Tahapan membuat Cerpen ( Cerita Pendek ) dan contohnya
Cerpen ( Cerita Pendek )
A) Tahapan
Menulis cerpen
1) Memilih
judul/tema
“Ilmu pengetahuan”
2) Menentukan
tokoh dan penokohan
Aku(Digger) : Pintar tapi cepat menyerah
Dody : Tegas dan pantang menyerah
Alice : Cuek tetapi aslinya penyayang
Rafael : Tomboy dan penyayang
3) Merumuskan
garis besar cerita
Digger dan 3 temannya membeku 1000
tahun dan menyelesaikan masalah di 1000 tahun yang lalu dilakukan.
4) Menentukan
alur
Mundur
5) Menentukan
latar
Tempat : - Kutub
-
Laboratorium
-
Ruangan
-
Alun alun kota
6) Memilih
gaya penceritaan
Condong pada sudut Pandang orang
pertama
7) Memilih
diksi
Diksi yang dipilih adalah yang
selaras seperti diksi homonim
8) Membuat
kerangka dan pengembangannya
Kerangka karangan
1) Tema
: Ilmu pengetahuan
2) Judul
: “Peneliti di 1000 tahun yang datang”
-
Kehidupan di 1000 tahun
yang datag
-
Meneliti bongkahan Es
-
Mengikuti Ajang
Kompetisi
-
Tertidur di dalam
Cairan Es yang membeku
-
Bangun di 1000 tahun
yang datang
-
Nuklir membuat semuanya
berubah
-
Penanaman pohon dengan
bongkahan es
-
Berhasil menyelamatkan
dunia
-
Tinggal di kehidupan
1000 tahun yag datang
B) Contoh Cerpen
“Peneliti di 1000 tahun yang datang”
Namaku
Digger, Aku lahir di sebuah desa terpencil 1000 tahun yang lalu.. Sekarang
hidupku hanya ditemani sebuah rumah kecil yang diapit berbagai rumah rumah
besar dari bahan yang tidak lazim, yaitu besi dan aluminium. Awalnya aku tak
pecaya kalau umurku sudah 1000 tahun karna kenyataannya umur asliku hanya 21
tahun. Aku teringat ketika pertama aku terbagun pada zaman ini semuanya berubah
total,dibandingkan zaman pada 1000 tahun yang lalu.
Semuanya
dimulai ketika aku melakukan praktek lapangan untuk melaksanakan tugas
kuliahku. Aku melakukan praktek bersama 3 orang temanku di sebuah bukit Es di
kutub utara. Tujuanku kesana untuk meneliti bagaimana kandungan Es di kutub,
apakah mengandung mineral atau tidak. Ketika diteliti dan terus menelaah
ternyata Bongkahan Es di kutub memiliki zat mineral yang hampir sama dengan
borak, dimana mineral ini bisa mengawetkan sebuah benda,makanan maupun manusia
yang telah mati, Tapi ada satu hal yang membuatku bingung, Dimana bongkahan es
tersebut memiliki molekul molekul
oksigen. Aku dan 3 orang temanku merasa ini bisa dijadikan sebuah
penemuan baru, dan aku teringat bahwa pada tanggal 28 Desember 2017 nanti, ada
sebuah ajang penelitian dengan nama ajang “Sains for a New World”, dimana ajang
tersebut dilakukan sebagai pengambilan keputusan untuk produk pengawetan di
masa depan.
Akhirnya
kami memutuskan untuk mengikuti ajang ajang “Sains for a New World” tersebut
dengan Bongkahan Es ini sebagai bahannya, mungkin saja kami menang dan menjadi
terkenal, kataku di dalam hatiku. Banyak sekali peserta dalam ajang tersebut,
ada 2 tahap dalam ajang ini , yang pertama adalah tahap pengenalan bahan dan
yang kedua adalah tahap pengenalan produk serta manfaatnya bagi kehidupan.
Waktu
pun tak terasa hanya sisa 1 hari untuk persiapan ajang “Sains for a New World”.
Aku,Alice,Dody dan Rafael pun dengan sigap mempersiapakan bahan dari bongkahan
es itu. Setelah selesai kami pun beristirahat untuk pertandingan besok.
Matahari pun terbit kami bersiap menuju tempat ajang “Sains for a New World”
yang tepat berada di alun alun kota dengan membawa bongkahan es tersebut dengan
wujud cair. Untung saja setelah kesana baru 1 tim yang memaparkan bahan
penelitiannya, karna tujuan kami bukan menang tapi untuk belajar dari
konstestan lainnya, setelah menunggu lama akhirnya giliran kami untuk tampil,
awalnya kami gugup karna kami lah yang paling muda diantara para konstestan
lainnya.Tapi takdik ta kemana kami berhasil lolos dari tahap pertama dan
memiliki nilai tertinggi dibandingkan konstestan lainnya. Tahap kedua dimulai
besok kami pun diberi sebuah ruangan penelitian untuk menyelesaikan project
kami menyelesaikan sebuah produk, tapi tiba tiba datang seorang laki laki yang
lebih tua sedikit dari kami, “Maaf ka mau apa ya kakak datang kemari” sahutku.
“Oh perkenalkan namaku Geogre Aku konstestan sama seperti kalian, aku datang kesini
ingin memberi tahu bahwa semua ketua konstestan harus kumpul di aula tengah
sekarang juga”katanya. “Oh baik kalau begitu”. Aku pun keluar dari lab dan
menuju aula tengah, ternyata di aula tegah tidak ada seseorang hanya ruangan
kosong yang gelap, aku pun merasa ridak enak dan segera kembali ke lab.
“Sungguh gelap di lab, alice apakah kau mematikan lampunya” sahutku. Tiba tiba
ada laki laki yang tadi datang kepadaku dengan membawa beberapa orang di
belakangnya. “Hey kau kemana semua orang di aula apa aku telat datang kesana”
sahutku. “Ha… ha ha ha ha, benar kamu telat datang, telat datang kemari”. Aku
kaget ternyata Alice,Dody dan Rafael sudah dalam keadaan terikat. Aku pun
segara bergerak ke belakang, tapi alangkah buruk nasibku, di belakangku sudah
ada beberapa laki laki tua berbadang besar yang mengepungku. “Kau..kau apa yang
kau inginkan”. “Haha aku hanya ingin kemenangan dan sebuah produk yang luar
biasa”, sahutnya. “Apa kau, kau adalah ketua dari konstestan yang tadi ada
posisi kedua”. “Ya benar kau dan temanmu sudah mencuri posisiku sekarang
girilanku bertindak”.
Aku
dan temanku akhirnya dimasukan kedalam cairan bongkahan es dan dengan alat
pembeku, Geogre membekukan cairan bongkahan es secara perlahan dan disitu aku
berpikir mungkin ini adalah akhir hayatku. Dan aku pun mulai hilang kesadaran
dan akhirnya menutup mataku. Sebelum aku menutup mata aku melihat bibir Geogre
berbicara tidak jelas yaitu “a.. a..n me..c..p.t.n..Nuklir ti.d.k a.. y..g
m…..ng..halangiku”
Ketika
aku membuka mata, aku tidak kaget karena aku pikir aku sudah berada di alam
barka , tapi sakit yang kualami terasa aneh, aku berpikir satu kali lagi dan
terdiam sebentar. “Apakah aku masih hidup? ”. “Ya kau masih hidup” kata
seseorang disampingku.Ternyata ia adalah gadis cantik berambut pirang.”Alice
apakah itu kau” sahutku. “ kalau aku bukan Alice siapa lagi”. Tiba tiba Dody
datang dengan menggunkan jas yang aneh, dilanjut datang Rafael dengan baju yang
cocok seperti dirinya yang tomboy.”Apa kau tak apa apa Digger” sahut Dody. “Ya
aku baik baik saja, aku bingung mengapa kita masih hidup”. “Mungkin itu akibat
dari cairan bongkahan es yang memiliki oksigen”.”Oh.. kalau begitu aku mau
keluar untuk mencari angin. Tiba tiba Dody menghentikan langkahku dan semua
orang yang ada di ruangan itu menjadi serius. “Hey hey ada apa ini”. “Dig kau
harus tau dulu apa yang telah terjadi sekarang”. “Memang kenapa”. “Dig kau
harus tau sekarang kita hidup di tahun 3017, dimana pada zaman ini semuanya
berbeda dengan zaman dulu, kalau kau tak percaya liatlah tanggal dan liat luar
jendela tersebut” sahut Dody. Aku bengong dan berusaha meliat tanggal dan
berusaha melihat keluar jendela, ternyata benar apa yang dikatakan Dody, aku
bengong ketika aku melihat ke luar jendela.”Munkin kita masih hidup karena
cairan es itu yang membantu kita, Tapi masalah kita yaitu hal yang kau lihat di
jendela , apa kau tahu apa yang mengakibatkan ini semua, ini semua ulah Geogre
1000 tahun yang lalu menurut sejarah yang ada pada zaman ini ada seorang ilmuan
yang melakukan perubahan keidupan dengan produknya nuklir di sebuah ajang yang
bernama “Sains for a New World”,
menurutku itu ulah Geogre, dengan produknya itu dalam waktu ke waktu mebuat
radiasi udara berbeda, pohon pohon dalam waktu ke waktu mulai layu dan akhirnya
punah.
“Benar
dialah yang telah menciptakan nuklir, aku yakin karena sebelum aku menutup mata
aku melihatnya mengatakan sebuah produk bernama nuklir”. sahutku.Lanjutku “Untuk sekarang kita hanya bisa menjalani
kehidupan yang hanya terbatas ini saja tidak ada yang bisa kita lakukan,
semuanya diakibatkan Nuklir”. “Jangan menyerah”kata Rafael.”Benar kita bisa
jadilah racun ular ”Kata Alice. Dengan dukungan temanku aku mempunyai sebuah
ide, “Bagaimana kalau kita mencoba menanam pohon dengan cairan bongkahan es
itu”. “Apa kau sedang bercanda”kata Dody.”Tidak jika kita bisa hidup 1000 tahun
di dalam es tersebut maka umur pohon pun akan lama”. “Tapi mungkin es yang
berada di kutub sudah terkontaminasi radiasi” kata Dody. “Tidak, karna di kutub
sangat dingin sulit untuk terkontaminasi”. “Baiklah kita berangkat besok, sebelum
itu kita harus berterimakasih pada para peneliti disini karna telah menemukan
kita dan menyelamatkan kita”.
Akhirnya
kami berangkat dan memberi tahu rencana kami pada para peneliti yang meyelamatkan
kami, dan mereka merespon dengan baik dan meminjamkan helicopter untuk
perjalanan kami. Setelah kami sampai disana, Bongkahan Es di kutub masih ada
kami membawa bonkahan Es tersebut pada helicopter dan membawa ke alun alun
kota, disana kami menanam pohon dengan dilihat orang orang yang mengunakan alat
bantu masker tuk menghindari polusi udara yang tercemar. Setelah diatanam
ternyata pohon itu bertahan sampai 1 bulan setelah secara rutin disirami cairan
Es, akhirnya kami memberanikan reboisasi secara besar besaran, dengan mengunkan
bongkahan es yang mencair dan disiram secara rutin poho pun mulai banyak dan
menghasilkan oksigen dan mengatasi polusi udara yang paran sedikt demi sedikit.
Karna jasa kami, kami pun diberi rumah kecil dimana diapit 2 rumah besar dari
besi dan aluminium karna pada zaman itu langka
kayu. Kami ber 4 pun hidup dikehidupan ini, dan penggunaan Nuklir sangat
dilarang oleh Pemerintah Dunia.

Wah bermanfaat nih
ReplyDeletebagus teruskan
ReplyDeleteMindblowing banget. Mantapp
ReplyDeleteGood ham, menarik cerpen nya👍
ReplyDelete