Contoh Cerita Sejarah (History Story)

Teks Cerita Sejarah

Hai teman teman, pasti kalian tidak asing apa itu " Teks Cerita Sejarah" , kita bahas satu per satu.mulai dari Pengertian Teks Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang. Lalu Cerita Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb). Sejarah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Jadi Teks Cerita Sejarah adalah teks yang didalamnya menjelaskan/menceritakan tentang fakta/Kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah






Kerangka Teks Sejarah


  1. Orientasi 
  2. Komplikasi 
  3. Klimak (Puncak Masalah)
  4. Resolusi



Contoh Teks Cerita Sejarah : 


Kisah Klasik di Sekolah Ku

Namaku Hansel Pratama Putra aku kerap di panggil Ansel, saat ini aku duduk di kelas 3 SMP, disekolahku tiap angkatan dibagi sembilan kelas, jadi lebih tepatnya sekarang aku duduk di kelas 3.2. Sekolahku cukup terkenal di wilayah kota kuningan ini, bisa dikatakan sekolahku termasuk salah satu sekolah unggulan di kotaku ini.
Pada saat pertama masuk sekolahku ini, kukira akan banyak orang orang yang bisa dikatakan ya begitulah, tapi tak disangka bukan aku saja yang berpikiran begitu , teman temanku juga berpikiran sama denganku setelah ku mendengar cerita cerita mereka. Dan disinilah ku memulai cerita itu sampai sekarang ku duduk di kelas 3 SMP ini.
Pada saat pertama ku masuk sekoalah, aku duduk paling belakang ditemani teman baruku Kribo, dia menurutku orang yang aneh, dia itu pintar tapi sangat malas, dia tidak tertarik juga dengan perempuan hal itu membuatku takut ,“Jangan jangan dia itu…. Ah sudahlah” dalam hatiku berkata. Tapi setelah mendengar penjelasan dia aku paham, dia menganggap kalau orang pacaran itu tidak ada gunanya, dia berpikir bahwa pacaran itu cape, cape waktu, uang dan lain lain. Tapi aku maklumi kalau dia bersikeras berpikir begitu, nyatanya dia adalah tipe orang pemalas, pasti malas kalau sudah dihadapkan oleh pacar yang ingin begini begitu.
Kita ganti topik, sekarang giliranku, aku adalah orang yang biasa biasa saja, bisa dikatakan tidak begitu pintar, biasa dalam melakukan berbagai hal, dan yang jelas aku ini normal ada rasa suka dalam diriku pada perempuan. Berbicara soal perempuan, ada satu wanita yang kusukai di kelas ku ini, tapi jujur aku ini orang yang sangat penakut kalau soal perempuan dan distulah kesalahanku dalam cerita ini.
Hari berlalu begitu cepat, tapi tak kusangka aku mendapat peringkat 5 besarpada semester pertama di kelasku ini, kalau dibandingkan dengan Kribo, jelas walau dia mendapat peringkat lebih rendah dibawahku tapi aku tidak bisa berkata bohong kalau dia itu benar benar pintar hanya saja dia itu malas. Dan aku kaget ternyata orang yang kusukai beda satu perigkat dibawahku. Dan disini lah aku berdiri diawal semester dua di kelas satu SMP ini.
Pada semester dua ini aku mendaftar kan diri pada seleksi pemlihan pengurus OSIS, tak disangka setelah melewati beberapa tes, akhirnya aku lolos dan menjadi pengurus OSIS di sekolahku ini. Disana aku bertemu teman teman baru, dan disanalah aku pertama aku bertemu Igoy dan Bahrul. Merekalah teman terbaiku dalam cerita ini.
Tak terasa hari sudah menginjak pengujung semester di semester dua ini, dan aku menyesal moment ini, kenapa aku begitu takut dengan orang yang aku sukai, untuk mendekatinya saja aku tidak berani, si Kribo juga berani  mendekati orang yang kusukai kenapa aku tidak berani sama sekali. Disini Kribo belum mengetahui bahwa aku suka dengan orang yang sering dia ajak belajar itu, bukan tapi  dia yang diajak magsudku.Sudah wajar dia kan pintar dan disitu ada alasan dia bisa sedekat itu. Dan aku mendengar dari Kribo “Ansel apa ini persaanku saja kalau kau sering memerhatikan Lifa?”. Nama orang yang aku sukai itu adalah Lifa, dia begitu cantik dan pintar pula. “Tidak tidak …. aku hanya ingin tahu saja bagaimana cara dia belajar, kan dia salah satu sainganku di kelas ini”, kataku dengan gugup ku berkata. “Oh… begitu kukira kau suka dengannya, kan akhir akhir ini ada cowok yang naksir sama dia dan Lifa juga kayak salting begitu kalau berpapasan dengan cowoknya itu, mungkin meraka sudah pacaran ? hmmmm… mungkin saja”. Kata Kribo  sambil berpikir yang tidak jelas. “Sudah sudah”, kataku dengan nada sedih.
Disitu ku mulai menyesal, “Tapi aku senang begini yang terpenting dia bahagia dan aku bisa melihat senyumnya setiap hari, ah… sudahlah “ kataku dalam hatiku. Aku sangat penakut dan itu kelamahanku, coba aku katakan ku suka Lifa pada saat itu, mungkin alur cerita ini akan berubah saat aku sudah duduk di kelas 3 SMP ini. Dan akan menjadi kisah yang berbeda.
Hari berlalu dan kini ku telah menginjak kelas dua SMP, dan ini adalah sknario terburuk, aku dan Lifa tidak ditempatkan di satu kelas yang sama lagi, aku pisah kelas dengan Lifa begitu juga dengan Kribo. Untung saja di kelasku ini ada temanku di satu oraganisai OSIS. Mereka adalah Igoy dan Bahrul.
Dikelas dua ini prestasiku bergerak melunjak, tak kusangka di semester satu ini aku mendapat perigkat pertama, dan kini aku ada disemeter kedua, karena hari hari berjalan tanpa Lifa, menurutku hari hari ini berjalan begitu cepat, dikelas dua ini aku hanya fokus belajar dan terus belajar. Di semester dua ini di kelas dua ini banyak cerita yang menarik, dan bisa dikatakan mengapa Igoy dan Bahrul bisa menjadi teman terbaiku.
Pada saat itu aku sering pulang sore karena setiap pulang sekolah kami selalu bermain laptop dulu di kelas, karena wifi di sekolaku sangat dekat dengan kelasku jadi sekalian mengerjakan tugas di laptop aku juga sering nonton bareng film bersama teman laki laki di kelasku, tapi ada juga sewaktu waktu teman permpua ku juga ikut bersama kami. Dan ada juga salah satu temanku Midud dia adalah anak anime, bisa dikatakan orang yang suka denga animasi jejepangan. Dulu juga sewaktu SD aku pernah diajak kakak ku tuk menonton anime ini, banyak sekali anime dengan bebeda beda judul dan genre. Disitu aku mulai dihasut Midud untuk kembali jadi anak anime, tak kusangka anime yang dulu kusukai muncul musim keduanya, itu membuatku kembali ke zaman diriku dulu sang anak anime.
Setiap ku berbicara dengan Midud pasti dia memilih tema anime, beda dengan temanku Igoy , kalau aku berbicara dengannya temanya selalu berganti karena dia adalah orang yang enak di ajak bicara, tapi yang sering diambil adalah tentang perempuan. Aku tidak kaget jika dia sering mengambil tema itu , jelas dia memiliki banyak mantan, dan dia paling popular diantara kami bertiga, aku,Bahrul dan dia tiga laki laki yang mengejar mimpinya masing masing.
Igoy populer dimata perempuan tapi dia ahli dalam hal Organisasi, dia sering memperhitungkan suatu hal dengan cepat. Kudengar ia bercita cita ingin menjadi Akmil saat ia lekas dewasa. Ada hal yang kusukai dari Igoy walau dia populer dimata perempuan dan ditambah salah satu Pengurus OSIS tapi ia tak pernah menyakiti hati perempuan di sekitarnya, dia sangat baik, dan untuk mantan mantannya juga, dia memiliki alasan yang sangat baik mengapa ia memutuskannya.
Bahrul, temanku yang satu ini memiliki hobi bermain game, setiap kami berkerumun pasti dia menyisipkan tentang game online yang pada saat itu buming, walau pekerjaanya hanya bermain game tapi ia memiliki sisi kelebihan di bidang agama, dia lah orang yang selalu memberi kami saran dan sering mengajak kami tuk beribadah ketika waktunya tiba.
Kedua temanku di atas adalah hal terbaik semasa aku sekolah disini. Aku teringat ketika aku,igoy,bahrul bermain dulu disekolah sebelum pulang, kami bertiga asik melihat di Youtube pertandingan Smack Down, disitu saking serunya kadang salah satu dari kami bertiga teriak teriak semangat yang tak jelas ketika melihat atlet favorit masing masing bertanding.
Tiba tiba terdengar suara cakaran tangan ke kaca di belakang kami, kami melihat keluar tidak ada orang di sana, “Sudah sudah mungkin mereka jahil pada kita” kata Igoy, dalam hatiku “Aduh.. mungkin yang dimagsud Igoy adalah mahluk tak kasat mata”. Aku menguatkan diri sambil bediri di belakang kedua temanku itu, tiba tiba Igoy masuk ke dalam kamar kecil yang sudah tidak terpakai, dan ketika satu persatu pintu dibuka , dibagian pintu terakhir tiba tiba Igoy lari keluar dengan wajah sangat pucat, aku pun ikut berlari menuju kelas kami lagi.
Wajar saja kelas kami dijuluki kelas terangker, awalnya aku tidak percaya hanya yag membuatku yakin yaitu karena kejain itu ditambah kelas kami adalah kelas paling ujung , depan kelas kami terdapat sumur tua yang sudah penuh dengan lumut, belakang kelas kami ada lorong yang sudah tidak terpakai, hanya jadi gudang bagi bangku atau meja yang sudah usang.
Aku lanjutkan pada cerita yang tadi, saat kami masuk kelas, suhu dikelas berubah menjadi sangat dingin dan sangat panas aku bingung dengan pencampuran suhu tersebut, “Sudah kita pindah kelas, aku lihat masih ada anak laki laki di kelas depan” kata Bahrul. Aku mengerti magsud Bahrul begitu juga Igoy , tanpa lama Igoy menutup laptop dan segera pindah ke kalas depan bersama anak laki laki yang lain.
Disana terdapat temanku yang lain yaitu Midud dan Kribo yang sudah dekat denganku, tapi akau juga kenal temanku yang lainnya tapi tidak begitu dekat denganku, aku disana melanjutkan menonton pertandingan yang tadi, tapi ini sedikit berbeda, tak kusangka anak laki laki di kelas itu ikut juga bersama kami menonton. Waktu berlalu cepat tak kusangka waktu sudah menjukan pukul  jam 3 sore, namun kejadian yang tidak sangka terjadi, hujan tiba tiba turun begitu deras,ditambah petir yang besar menyambar sesuatu dan doorrrrr!! Wifi yang kita gunakan tersambar dan mati begitu saja.
Aku bingung dengan keadaan ini , jika pulang, hujan begitu deras, dan jika tetap disekolah, apa yang bisa ku lakukan, apa hanya diam menunggu hujan reda ? , itu pasti membuatku kesal, tiba tiba “Yuk kita Shalat saja dulu supaya lebih tenang” kata Bahrul , kata kata bahrul membuatku tenang dan kami pun       Shalat Ashar bersama.
Setelah Shalat bersama , aku bingung apa lagi yang harus ku lakukan karena hujan tak kunjung reda, tiba tiba Midud mengambil bola plastik dan berkata “Besok libur kan ? “. Aku mengerti magsud Midud kami pun bermain bola dalam keadaan hujan, ini adalah puncak dari ceritaku di sekolah ini, aku dimarahi oleh guru dan disuruh push up dalam keadaan air hujan yang tergenang kira kira 10 cm, aku bersama temanku malah tertawa dalam suka ria bersama, hal itu membuatku yakin bahwa solidaritas adalah segalanya ketika aku sekolah disini.
Keesokan harinya ada salah satu temanku yang tidak sekolah yaitu Igoy, aku tak tahu mengapa ia sakit, ku tahu ia salah satu kandidat orang paling kuat di sekolahku tapi aku heran mengapa ia sakit hanya dengan kejadian kemarin.
Dan tiba saat Igoy masuk sekolah, “Goy hahaha segitu saja sakit” kataku. “Bukan karna main bola aku sakit, karena kejadian sebelum itu”kata Igoy. Aku terdiam sejenak mengingat kejadian apa yang terjadi sebelum kami bermain bola, aku hanya ingat kami menonton film saja, tapi tiba tiba aku ingat kejadian setelah ada cakaran dikaca. Dalam hatiku berkata “Mungkin karena ia menemukan hal aneh pada saat mengecek sesuatu di kamar kecil di sekolahku”. Jadi karena kejadian itu aku tak berani lagi masuk ke kamar kecil itu.
Dan ada satu kejadian lagi yang ku kenang di sekolah ini, hal ini terjadi saat kami bertiga mengitu kegiatan seleksi masuk osis yaitu LDKS dan kami disini sebagai panitia LDKS tersebut. Malam pertama tidak ada kejadian aneh. Namun pada malam kedua ada kejadian kejadian yang janggal pada saat itu, pertama pada saat bada isya. Aku tak begitu percaya dengan kejadian itu karena hanya Igoy dan Bahrul yang melihat, pada saat itu aku sedang di aula menjaga peserta pada saat materi.
Aku melihat Igoy sedang mengobati luka Bahrul yang pada saat itu luka dilutut, dan disitu banyak juga temanku yang sebagai panitia berkerumun. Aku pun segera turun dan menghampiri mereka. “Ada apa ini ? “, kataku dengan muka yang begitu penasaran. “Biasa sel” kata Igoy. Aku tahu magsud temanku itu, pasti ini ada hubungannya dengan hal mistis.
Akhirnya setelah mengobati luka Bahrul, Igoy menceritakan semuanya, “Nah kan Aku dan Bahrul sedang menjaili para panitia lainnya yang berada di dalam gedung dengan mengetuk ngetuk pintu dan kami langsung bersembunyi, tiba tiba Bahrul mendengar suara tertawa di sebelah rumah belanda yang berada tepat menempel pagar sekolah kita” kata Igoy sambil terengah engah menceritakannya. Tiba tiba disambung Bahrul “Nah suara tersebut tambah besar dan tiba tiba aku tak percaya apa yang kulihat, ada seorang nenek nenek dengan kaki pincang dengan tongkat berlari bahkan semakin kencang, kami berdua pun menyuruh yang tadi panitia yang aku jaili tuk segera keluar gedung tersebut, dan salah terbesarku adalah akulah yang paling terakhir dan aku pun tiba tiba tertarik ke belakan dan ini lah hasilnya”.
Malam pun berlalu dan saatnya para peserta istirahat di kelas yang sudah di siapkan. Aku lupa malam itu adalah malam dimana ada jerit pada saat itu bagi para peserta. Aku tak masalah tapi setelah kejadian itu, pasti yang lain juga memikirkan apa yang kupikirkan. Dan tiba saatnya dibagi tempat masing masing bagi panitia dan tak kusangka setelah kejadian itu aku terbagi di bagian hal yang tadi diceritakan temanku terjadi, lebih tepatnya di lapangan.
Dan saat klimaks nya kami mengambil hantu yang terbuat dari batang pisang dan dibentuk dan dilipati kain kapan, boneka itu dibuat pada kemarin lusa oleh kami para panitia. Dan apakah kalian tahu dimana kami menyimpan boneka itu yaitu di gudang , kami pun mengambilnya di gudang dan tidak ada yang aneh dengan hal tersebut.
Untung saja pada saat itu banyak kakak kakak alumni yang membantu kami, dan tidak ada yang aneh dengan pelaksanaan jerit malam, dan bisa dikatakan sukses besar namun hal yang tak begitu ku percaya sampai saat ini yaitu boneka yang kami buat dan ketika kami ingin mengambil di tempatnya berada tiba tiba hilang, aku pun mencarinya dan ternyata ada di depan perpustakaan, hal itu membuat bengong kami bertiga.
Sungguh pengalaman yang menyeramkan dan setelah kejadian itu kami melanjutkan tugas kami sebagai pelajar. Waktu berjalan begitu cepat tak kusangka sudah masuk pengujung tahun semester dua ini. Hal yang membuatku sangat terharu adalah aku mendapat peringkat pertama di kelasku ditambah juara pararel ke tiga di angkatannku, aku tak percaya diantara 300 lebih orang dan aku ini nomer tiga.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tahapan membuat Cerpen ( Cerita Pendek ) dan contohnya

Teks Editorial beserta contohnya

Surat Lamaran Pekerjaan