Contoh Cerita Sejarah (History Story)
Teks Cerita Sejarah
Hai teman teman, pasti kalian tidak asing apa itu " Teks Cerita Sejarah" , kita bahas satu per satu.mulai dari Pengertian Teks Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang. Lalu Cerita Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb). Sejarah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Jadi
Teks Cerita Sejarah adalah teks yang didalamnya menjelaskan/menceritakan
tentang fakta/Kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki
nilai sejarah
Kerangka Teks Sejarah
- Orientasi
- Komplikasi
- Klimak (Puncak Masalah)
- Resolusi
Contoh Teks Cerita Sejarah :
Kisah Klasik di Sekolah
Ku
Namaku
Hansel Pratama Putra aku kerap di panggil Ansel, saat ini aku duduk di kelas 3
SMP, disekolahku tiap angkatan dibagi sembilan kelas, jadi lebih tepatnya
sekarang aku duduk di kelas 3.2. Sekolahku cukup terkenal di wilayah kota
kuningan ini, bisa dikatakan sekolahku termasuk salah satu sekolah unggulan di
kotaku ini.
Pada
saat pertama masuk sekolahku ini, kukira akan banyak orang orang yang bisa
dikatakan ya begitulah, tapi tak disangka bukan aku saja yang berpikiran begitu
, teman temanku juga berpikiran sama denganku setelah ku mendengar cerita
cerita mereka. Dan disinilah ku memulai cerita itu sampai sekarang ku duduk di
kelas 3 SMP ini.
Pada
saat pertama ku masuk sekoalah, aku duduk paling belakang ditemani teman baruku
Kribo, dia menurutku orang yang aneh, dia itu pintar tapi sangat malas, dia
tidak tertarik juga dengan perempuan hal itu membuatku takut ,“Jangan jangan
dia itu…. Ah sudahlah” dalam hatiku berkata. Tapi setelah mendengar penjelasan
dia aku paham, dia menganggap kalau orang pacaran itu tidak ada gunanya, dia
berpikir bahwa pacaran itu cape, cape waktu, uang dan lain lain. Tapi aku
maklumi kalau dia bersikeras berpikir begitu, nyatanya dia adalah tipe orang pemalas,
pasti malas kalau sudah dihadapkan oleh pacar yang ingin begini begitu.
Kita
ganti topik, sekarang giliranku, aku adalah orang yang biasa biasa saja, bisa
dikatakan tidak begitu pintar, biasa dalam melakukan berbagai hal, dan yang
jelas aku ini normal ada rasa suka dalam diriku pada perempuan. Berbicara soal
perempuan, ada satu wanita yang kusukai di kelas ku ini, tapi jujur aku ini
orang yang sangat penakut kalau soal perempuan dan distulah kesalahanku dalam
cerita ini.
Hari
berlalu begitu cepat, tapi tak kusangka aku mendapat peringkat 5 besarpada
semester pertama di kelasku ini, kalau dibandingkan dengan Kribo, jelas walau
dia mendapat peringkat lebih rendah dibawahku tapi aku tidak bisa berkata
bohong kalau dia itu benar benar pintar hanya saja dia itu malas. Dan aku kaget
ternyata orang yang kusukai beda satu perigkat dibawahku. Dan disini lah aku
berdiri diawal semester dua di kelas satu SMP ini.
Pada
semester dua ini aku mendaftar kan diri pada seleksi pemlihan pengurus OSIS,
tak disangka setelah melewati beberapa tes, akhirnya aku lolos dan menjadi
pengurus OSIS di sekolahku ini. Disana aku bertemu teman teman baru, dan
disanalah aku pertama aku bertemu Igoy dan Bahrul. Merekalah teman terbaiku
dalam cerita ini.
Tak
terasa hari sudah menginjak pengujung semester di semester dua ini, dan aku menyesal
moment ini, kenapa aku begitu takut dengan orang yang aku sukai, untuk
mendekatinya saja aku tidak berani, si Kribo juga berani mendekati orang yang kusukai kenapa aku tidak
berani sama sekali. Disini Kribo belum mengetahui bahwa aku suka dengan orang
yang sering dia ajak belajar itu, bukan tapi
dia yang diajak magsudku.Sudah wajar dia kan pintar dan disitu ada
alasan dia bisa sedekat itu. Dan aku mendengar dari Kribo “Ansel apa ini
persaanku saja kalau kau sering memerhatikan Lifa?”. Nama orang yang aku sukai
itu adalah Lifa, dia begitu cantik dan pintar pula. “Tidak tidak …. aku hanya
ingin tahu saja bagaimana cara dia belajar, kan dia salah satu sainganku di
kelas ini”, kataku dengan gugup ku berkata. “Oh… begitu kukira kau suka
dengannya, kan akhir akhir ini ada cowok yang naksir sama dia dan Lifa juga
kayak salting begitu kalau berpapasan dengan cowoknya itu, mungkin meraka sudah
pacaran ? hmmmm… mungkin saja”. Kata Kribo
sambil berpikir yang tidak jelas. “Sudah sudah”, kataku dengan nada
sedih.
Disitu
ku mulai menyesal, “Tapi aku senang begini yang terpenting dia bahagia dan aku
bisa melihat senyumnya setiap hari, ah… sudahlah “ kataku dalam hatiku. Aku
sangat penakut dan itu kelamahanku, coba aku katakan ku suka Lifa pada saat itu,
mungkin alur cerita ini akan berubah saat aku sudah duduk di kelas 3 SMP ini.
Dan akan menjadi kisah yang berbeda.
Hari
berlalu dan kini ku telah menginjak kelas dua SMP, dan ini adalah sknario
terburuk, aku dan Lifa tidak ditempatkan di satu kelas yang sama lagi, aku
pisah kelas dengan Lifa begitu juga dengan Kribo. Untung saja di kelasku ini
ada temanku di satu oraganisai OSIS. Mereka adalah Igoy dan Bahrul.
Dikelas
dua ini prestasiku bergerak melunjak, tak kusangka di semester satu ini aku
mendapat perigkat pertama, dan kini aku ada disemeter kedua, karena hari hari
berjalan tanpa Lifa, menurutku hari hari ini berjalan begitu cepat, dikelas dua
ini aku hanya fokus belajar dan terus belajar. Di semester dua ini di kelas dua
ini banyak cerita yang menarik, dan bisa dikatakan mengapa Igoy dan Bahrul bisa
menjadi teman terbaiku.
Pada
saat itu aku sering pulang sore karena setiap pulang sekolah kami selalu
bermain laptop dulu di kelas, karena wifi di sekolaku sangat dekat dengan
kelasku jadi sekalian mengerjakan tugas di laptop aku juga sering nonton bareng
film bersama teman laki laki di kelasku, tapi ada juga sewaktu waktu teman
permpua ku juga ikut bersama kami. Dan ada juga salah satu temanku Midud dia
adalah anak anime, bisa dikatakan orang yang suka denga animasi jejepangan.
Dulu juga sewaktu SD aku pernah diajak kakak ku tuk menonton anime ini, banyak
sekali anime dengan bebeda beda judul dan genre. Disitu aku mulai dihasut Midud
untuk kembali jadi anak anime, tak kusangka anime yang dulu kusukai muncul
musim keduanya, itu membuatku kembali ke zaman diriku dulu sang anak anime.
Setiap
ku berbicara dengan Midud pasti dia memilih tema anime, beda dengan temanku
Igoy , kalau aku berbicara dengannya temanya selalu berganti karena dia adalah
orang yang enak di ajak bicara, tapi yang sering diambil adalah tentang
perempuan. Aku tidak kaget jika dia sering mengambil tema itu , jelas dia
memiliki banyak mantan, dan dia paling popular diantara kami bertiga,
aku,Bahrul dan dia tiga laki laki yang mengejar mimpinya masing masing.
Igoy
populer dimata perempuan tapi dia ahli dalam hal Organisasi, dia sering
memperhitungkan suatu hal dengan cepat. Kudengar ia bercita cita ingin menjadi
Akmil saat ia lekas dewasa. Ada hal yang kusukai dari Igoy walau dia populer
dimata perempuan dan ditambah salah satu Pengurus OSIS tapi ia tak pernah
menyakiti hati perempuan di sekitarnya, dia sangat baik, dan untuk mantan
mantannya juga, dia memiliki alasan yang sangat baik mengapa ia memutuskannya.
Bahrul,
temanku yang satu ini memiliki hobi bermain game, setiap kami berkerumun pasti
dia menyisipkan tentang game online yang pada saat itu buming, walau
pekerjaanya hanya bermain game tapi ia memiliki sisi kelebihan di bidang agama,
dia lah orang yang selalu memberi kami saran dan sering mengajak kami tuk
beribadah ketika waktunya tiba.
Kedua
temanku di atas adalah hal terbaik semasa aku sekolah disini. Aku teringat
ketika aku,igoy,bahrul bermain dulu disekolah sebelum pulang, kami bertiga asik
melihat di Youtube pertandingan Smack
Down, disitu saking serunya kadang salah satu dari kami bertiga teriak
teriak semangat yang tak jelas ketika melihat atlet favorit masing masing
bertanding.
Tiba
tiba terdengar suara cakaran tangan ke kaca di belakang kami, kami melihat
keluar tidak ada orang di sana, “Sudah sudah mungkin mereka jahil pada kita”
kata Igoy, dalam hatiku “Aduh.. mungkin yang dimagsud Igoy adalah mahluk tak
kasat mata”. Aku menguatkan diri sambil bediri di belakang kedua temanku itu,
tiba tiba Igoy masuk ke dalam kamar kecil yang sudah tidak terpakai, dan ketika
satu persatu pintu dibuka , dibagian pintu terakhir tiba tiba Igoy lari keluar
dengan wajah sangat pucat, aku pun ikut berlari menuju kelas kami lagi.
Wajar
saja kelas kami dijuluki kelas terangker, awalnya aku tidak percaya hanya yag
membuatku yakin yaitu karena kejain itu ditambah kelas kami adalah kelas paling
ujung , depan kelas kami terdapat sumur tua yang sudah penuh dengan lumut,
belakang kelas kami ada lorong yang sudah tidak terpakai, hanya jadi gudang
bagi bangku atau meja yang sudah usang.
Aku
lanjutkan pada cerita yang tadi, saat kami masuk kelas, suhu dikelas berubah
menjadi sangat dingin dan sangat panas aku bingung dengan pencampuran suhu
tersebut, “Sudah kita pindah kelas, aku lihat masih ada anak laki laki di kelas
depan” kata Bahrul. Aku mengerti magsud Bahrul begitu juga Igoy , tanpa lama
Igoy menutup laptop dan segera pindah ke kalas depan bersama anak laki laki
yang lain.
Disana
terdapat temanku yang lain yaitu Midud dan Kribo yang sudah dekat denganku,
tapi akau juga kenal temanku yang lainnya tapi tidak begitu dekat denganku, aku
disana melanjutkan menonton pertandingan yang tadi, tapi ini sedikit berbeda,
tak kusangka anak laki laki di kelas itu ikut juga bersama kami menonton. Waktu
berlalu cepat tak kusangka waktu sudah menjukan pukul jam 3 sore, namun kejadian yang tidak sangka
terjadi, hujan tiba tiba turun begitu deras,ditambah petir yang besar menyambar
sesuatu dan doorrrrr!! Wifi yang kita gunakan tersambar dan mati begitu saja.
Aku
bingung dengan keadaan ini , jika pulang, hujan begitu deras, dan jika tetap
disekolah, apa yang bisa ku lakukan, apa hanya diam menunggu hujan reda ? , itu
pasti membuatku kesal, tiba tiba “Yuk kita Shalat saja dulu supaya lebih
tenang” kata Bahrul , kata kata bahrul membuatku tenang dan kami pun Shalat Ashar bersama.
Setelah
Shalat bersama , aku bingung apa lagi yang harus ku lakukan karena hujan tak
kunjung reda, tiba tiba Midud mengambil bola plastik dan berkata “Besok libur
kan ? “. Aku mengerti magsud Midud kami pun bermain bola dalam keadaan hujan,
ini adalah puncak dari ceritaku di sekolah ini, aku dimarahi oleh guru dan
disuruh push up dalam keadaan air hujan yang tergenang kira kira 10 cm, aku
bersama temanku malah tertawa dalam suka ria bersama, hal itu membuatku yakin
bahwa solidaritas adalah segalanya ketika aku sekolah disini.
Keesokan
harinya ada salah satu temanku yang tidak sekolah yaitu Igoy, aku tak tahu
mengapa ia sakit, ku tahu ia salah satu kandidat orang paling kuat di sekolahku
tapi aku heran mengapa ia sakit hanya dengan kejadian kemarin.
Dan
tiba saat Igoy masuk sekolah, “Goy hahaha segitu saja sakit” kataku. “Bukan
karna main bola aku sakit, karena kejadian sebelum itu”kata Igoy. Aku terdiam
sejenak mengingat kejadian apa yang terjadi sebelum kami bermain bola, aku
hanya ingat kami menonton film saja, tapi tiba tiba aku ingat kejadian setelah
ada cakaran dikaca. Dalam hatiku berkata “Mungkin karena ia menemukan hal aneh
pada saat mengecek sesuatu di kamar kecil di sekolahku”. Jadi karena kejadian
itu aku tak berani lagi masuk ke kamar kecil itu.
Dan
ada satu kejadian lagi yang ku kenang di sekolah ini, hal ini terjadi saat kami
bertiga mengitu kegiatan seleksi masuk osis yaitu LDKS dan kami disini sebagai
panitia LDKS tersebut. Malam pertama tidak ada kejadian aneh. Namun pada malam
kedua ada kejadian kejadian yang janggal pada saat itu, pertama pada saat bada
isya. Aku tak begitu percaya dengan kejadian itu karena hanya Igoy dan Bahrul
yang melihat, pada saat itu aku sedang di aula menjaga peserta pada saat
materi.
Aku
melihat Igoy sedang mengobati luka Bahrul yang pada saat itu luka dilutut, dan
disitu banyak juga temanku yang sebagai panitia berkerumun. Aku pun segera
turun dan menghampiri mereka. “Ada apa ini ? “, kataku dengan muka yang begitu
penasaran. “Biasa sel” kata Igoy. Aku tahu magsud temanku itu, pasti ini ada
hubungannya dengan hal mistis.
Akhirnya
setelah mengobati luka Bahrul, Igoy menceritakan semuanya, “Nah kan Aku dan
Bahrul sedang menjaili para panitia lainnya yang berada di dalam gedung dengan
mengetuk ngetuk pintu dan kami langsung bersembunyi, tiba tiba Bahrul mendengar
suara tertawa di sebelah rumah belanda yang berada tepat menempel pagar sekolah
kita” kata Igoy sambil terengah engah menceritakannya. Tiba tiba disambung
Bahrul “Nah suara tersebut tambah besar dan tiba tiba aku tak percaya apa yang
kulihat, ada seorang nenek nenek dengan kaki pincang dengan tongkat berlari
bahkan semakin kencang, kami berdua pun menyuruh yang tadi panitia yang aku
jaili tuk segera keluar gedung tersebut, dan salah terbesarku adalah akulah
yang paling terakhir dan aku pun tiba tiba tertarik ke belakan dan ini lah
hasilnya”.
Malam
pun berlalu dan saatnya para peserta istirahat di kelas yang sudah di siapkan.
Aku lupa malam itu adalah malam dimana ada jerit pada saat itu bagi para
peserta. Aku tak masalah tapi setelah kejadian itu, pasti yang lain juga
memikirkan apa yang kupikirkan. Dan tiba saatnya dibagi tempat masing masing
bagi panitia dan tak kusangka setelah kejadian itu aku terbagi di bagian hal yang
tadi diceritakan temanku terjadi, lebih tepatnya di lapangan.
Dan
saat klimaks nya kami mengambil hantu yang terbuat dari batang pisang dan
dibentuk dan dilipati kain kapan, boneka itu dibuat pada kemarin lusa oleh kami
para panitia. Dan apakah kalian tahu dimana kami menyimpan boneka itu yaitu di
gudang , kami pun mengambilnya di gudang dan tidak ada yang aneh dengan hal
tersebut.
Untung
saja pada saat itu banyak kakak kakak alumni yang membantu kami, dan tidak ada
yang aneh dengan pelaksanaan jerit malam, dan bisa dikatakan sukses besar namun
hal yang tak begitu ku percaya sampai saat ini yaitu boneka yang kami buat dan
ketika kami ingin mengambil di tempatnya berada tiba tiba hilang, aku pun
mencarinya dan ternyata ada di depan perpustakaan, hal itu membuat bengong kami
bertiga.
Sungguh
pengalaman yang menyeramkan dan setelah kejadian itu kami melanjutkan tugas
kami sebagai pelajar. Waktu berjalan begitu cepat tak kusangka sudah masuk
pengujung tahun semester dua ini. Hal yang membuatku sangat terharu adalah aku
mendapat peringkat pertama di kelasku ditambah juara pararel ke tiga di
angkatannku, aku tak percaya diantara 300 lebih orang dan aku ini nomer tiga.

Widiihh keren
ReplyDeleteTeruskan, tinggal perbanyak post
ReplyDeleteKisah nyata sih ini mah wkwk.. Keren ham
ReplyDeleteMantul bang 👍
ReplyDeleteAsa apal caritana ham:v
ReplyDeleteTeruskan lah ham👍